Pernahkah mendengar sebuah pernyataan bahwa manusia tidak bisa merasakan kecepatan? Ya, begitulah tubuh manusia bekerja. Tubuh manusia tidak memiliki sensor untuk mendeteksi kecepatan tetap (konstan), melainkan hanya peka terhadap perubahan kecepatan, yaitu percepatan atau perlambatan. Hal ini sejalan dengan hukum fisika dimana tubuh kita merespon gaya dorong yang muncul saat kecepatan bertambah, berkurang, atau arahnya berbelok.
Ada banyak alasan ilmiah mengapa tubuh manusia tidak dapat merasakan kecepatan gerak lurus. Namun dalam hal ini bukan ini yang akan saya bahas, percepatan dan sebuah proses meraih harapan sama-sama membuat manusia merespon sebagai hal yang menantang.
Pernah kah kita semua merasa bahwa mencapai sebuah harapan atau impian sangat menyenangkan, tetapi menjadi biasa-biasa saja saat harapan sudah tercapai atau sesuatu hal sudah dimiliki?. Mungkin hal ini memiliki korelasi dimana secara lahiriah dan batiniah manusia tidak merespon kecepatan (konstan).
Setiap dari kita pasti pernah merasakan proses dari mulai bermimpi sampai pada titik mencapai impian. Lebih menarik yang mana?
Islam Memberi Solusi
Saya termasuk pribadi yang suka menikmati sebuah proses. Lalu bagaimana jika sesuatu harapan sudah dimiliki? Jika itu suatu materi, jawabanya adalah sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan. Ini akan menjadi dua hal yang membahagiakan, satu hal kita menikmati proses, hal lainya kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain atas pencapaian kita, yang mungkin akan menjadi biasa saja kalau kita nikmati sendiri.
Keutamaan sedekah sudah banyak di firmankan dalam Al-quran seperti pada QS. Saba’ : 39 (Berbagi tidak akan membuat rezeki berkurang melainkan Allah SWT akan menggantinya). Juga dalam QS. Al Baqarah : 261 (Harta yang diinfakan dijalan Allah SWT diumpamakan seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dimana setiap tangkai berisi 100 biji.
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan hati oleh Allah SWT untuk selalu berbagi dan bermanfaat bagi sesama. Amin
Salam
YNRDI
