Merangkai Ruang Pemahaman

Menulis apapun yang kita harapkan di masa yang akan datang, adalah bentuk afirmasi yang paling sederhana. Sejak duduk di kelas X, saya selalu menulis hal-hal yang menjadi impian, baik impian jangka panjang maupun impian yang mungkin sedang saya usahakan dalam waktu dekat. Kebiasaan ini menjadi sangat menyenangkan bagi saya karena setiap saya menuliskan impian-impian kecil itu, akan timbul rasa tertantang untuk diri sendiri, ini sangat menarik bagi saya. Bahkan buku yang saya gunakan untuk menulis impian-impian kecil itu masih ada sampai sekarang dan masih saya baca-baca. Hal sederhana yang membuat saya tersenyum melihat buku impian waktu dulu.

Beberapa impian kini sudah menjadi kenyataan, ada juga yang belum menjadi kenyataan, atau yang saya ubah menjadi lebih tinggi lagi, hehe.

Memiliki Rumah Yang Sesuai Hobi

Waktu kecil saya menjadikan kamar sebagai ruang ekspresi, ada rak buku ala-ala perpustakaan, ada speaker untuk latihan musik dan ada mini workshop untuk bengkel mobil tamiya. Seru, tapi dalam hati, saya berharap suatu hari nanti memiliki rumah yang bisa menampung semua hobi saya dengan lebih leluasa.

Dan tidak lupa, saya selalu mencatat apapun yang menjadi harapan saya di masa mendatang. Ini akan menjadi tantangan bagi saya pribadi dengan segala keterbatasan yang ada di masa kecil. Selalu belajar tentang apapun yang bisa menjadi nilai tambah bagi diri adalah kunci yang saya pegang.

Ruang Kerja & Perpustaaan

Waktu kecil, saya sudah dekat dengan buku. Kaka saya adalah inspirasi yang saya temukan pada awal awal masuk sekolah. Di kamar kaka selalu ada banyak buku yang tertata rapih di lemari buku dan meja belajar. Meja belajar warna merah muda merk olimpic yang dibelikan orang tua menjadi teman belajar setiap hari.

Ruang Kerja & Perpustakaan

Kenapa perpustakaan? Bagi saya kegiatan membaca adalah kegiatan yang berdasar pada melatih cara berfikir dan merangkum pengetahuan secara bersamaan. Mendapatkan pengetahuan dan konsep berfikir melalui kegiatan membaca jelas memiliki efek yang berbeda. Berkaitan dengan hal ini, pada masa kecil saya terinspirasi dari buku yang ada di rak buku punya kaka, yang berjudul Berfikir Seperti Filosof karya Hendra Holomoan Sipayung. Buku kecil yang menjadi titik balik saya bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.

Studio Musik

Lingkungan yang heterogen dan saling menghormati menjadikan pengalaman saya beragam. Masa kecil saya berada di lingkungan gereja dan masjid. Saudara-saudara kristiani selalu menjadi rule mode saya dalam hal bermain musik. Mereka sangat lihai bermain musik terutama angklung dan piano.

Studio Musik

Bahkan pada masanya, saya dan teman-teman pernah membuat alat-alat musik dengan bahan seadanya, saya membuat gitar dengan kayu dan tali layang-layang. Akan sangat unik dan inspiratif bagi saya sehingga dalam benak saya ada semacam janji yang harus ditunaikan jika suatu saat nanti saya ada kesempatan memiliki studio musik lengkap dengan alat musiknya.

Ruang Gym

Olahraga menjadi hal yang tidak mungkin saya tinggalkan, kebiasaan ini lahir sejak saya ikut ekstrakurikuler pencak silat di waktu duduk dibangku SMA. Hingga saat ini, apapun jenis olahraganya seakan menjadi kebutuhan bagi tubuh saya. Kebiasaan ini menjadi tantangan jika ada kesempatan bagi saya, ingin sekali rasanya memiliki ruang olahraga dirumah sendiri. Intinya sih biar ngga malas olahraga karena harus keluar. He.he.he

Ruang Gym

Ruang olahraga yang saya semogakan kini sedang berproses. Dan semoga menjadi ruang olahraga yang selalu dipakai ya. Ha.

Ruang Ngumpul

Rasanya akan sedikit kurang kalau semua ruang yang saya impikan ada tetapi ada satu yang tidak ada. Ruang buat ngumpul, sebenernya tempat ngumpul ditempat saya bisa ada 2, satu di ruangan dan satu lagi ada di pendopo.

Saya suka ngopi-ngopi bareng keluarga, tetangga atau rekan. Kebiasaan ini tumbuh waktu saya di Aceh. Bagi saya, Aceh adalah kampung halaman ke 2. Saudara-saudara Aceh sangat ramah dan sering ngopi-ngopi bertukar ide dan pengalaman. Sehingga banyak sekali ide-ide kreatif yang tercipta di kedai kopi. Bahkan, pendopo yang ada dirumah saya, saya beri nama Pendopo Peng Tamong, bahasa Aceh yang sangat familiar bagi saudara aceh. Haha YTTA.

Pendopo Peng Tamong

Semoga kita semua selalu bisa menulis harapan-harapan agar bisa menggapai menjadi kenyataan. Tulis saja, dan baca setiap hari. Pikiran butuh afirmasi untuk menjadikanya sebagai tindakan nyata. Seperti pepatah yunani kuno, Tidak akan datang sesuatu dari yang kosong.

Salam,

YNR D. I.

3 Comments

  1. Alhamdulillah..sangat menginspirasi

  2. Memang semua rzeki sdh dtakdirkan..tp afirmasi penting jg..πŸ₯°

  3. Sy pernah punya bukunya…😍

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *